Your SEO optimized title page contents Biro Perjalanan Wisata Haji dan Umrah
preloder
(0542) 420 583

Nama Anda (Wajib Diisi)

Email Anda (Wajib Diisi)

Perihal

Pesan Anda

Informasi Kontak

KANTOR PUSAT : “GUNUNG MALANG BALIKPAPAN” Jl. Mayjend Sutoyo No.28 RT. 56 Kel. Klandasan Ilir Kec.Balikpapan Kota KALTIM

Telpon

(0542)420-583 FAX :(0542) 8500 306 Hp. 081 222 7 444 69

Legalitas

PT. Arafah Tamasya Mulia adalah Perusahaan Jasa Tours & Travel Umroh dan Haji Plus yang memiliki No Izin Kemenag D/619 Tahun 2014, yang saat ini bekerja sama dengan PT. Albis Nusa Wisata dengan Perjanjian Akta Notaris No 04

sep

sep

  • "Haji adalah Arafah." (HR. Ahmad dan para penulis kitab Sunan, shahih). Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak ada hari yang ketika itu Allah lebih banyak membebaskan hamba dari (siksa) Neraka selain hari Arafah. Dan sungguh ia telah dekat, kemudian Allah membanggakan mereka di hadapan para malaikat, seraya berfirman, 'Apa yang mereka kehendaki?'" (HR. Muslim).
  • "Yang paling utama aku ucapkan, juga yang diucapkan oleh para nabi pada sore hari Arafah adalah, 'Tidak ada sesembahan yang haq melainkan Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan dan segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu'." (HR. Malik dan lainnya, shahih).
  • Rukun umrah: 1. Ihram (niat masuk atau memulai untuk beribadah). 2. Thawaf. 3. Sa'i. Wajib umrah: 1. Ihram dari miqat. 2. Mencukur (gundul) rambut atau memendekkannya.
  • Rukun haji: 1. Ihram. 2. Wukuf di Arafah. 3. Thawaf ifadhah. 4. Sa'i. Wajib haji: 1. Ihram dari miqat. 2. Wukuf di Arafah hingga tenggelamnya matahari bagi yang wukuf di siang hari. 3. Bermalam di Muzdalifah. 4. Bermalam pada malam-malam tasyriq di Mina. 5. Melempar jumrah (jumrah aqabah pada waktu hari Raya Kurban, dan jumrah ula, wustha serta aqabah pada hari-hari tasyriq secara tertib). 6. Mencukur (gundul) rambut atau memendekkannya. 7. Menyembelih hadyu (bagi yang melakukan haji tamattu' dan qiran, tidak bagi yang melakukan haji ifrad). 8. Thawaf wada'.
  • Barangsiapa melakukan suatu larangan dari larangan-larangan ihram karena lupa atau tidak mengerti (hukumnya) maka ia tidak diwajibkan apa-apa karenanya. Hal itu berdasarkan firman Allah: "Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah", Ibnu Abbas berkata, 'Ketika ayat ini turun, Allah berfirman, 'Aku telah melakukannya'." (HR. Muslim, no. 126).
  • [صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيْمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ] “Shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu kali shalat di (masjid) selainnya, kecuali Masjidil Haram.” (Muttafaq Alaih).
  • ِسْمِ اللهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ"، "أَعُوْذُ بِاللهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَسُلْطَانِهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ" “Dengan nama Allah, dan semoga shalawat dan salam dilimpahkan atas Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, ya Allah bukakanlah untuk kami pintu-pintu rahmat-Mu. Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung dan kepada Wajah-Nya Yang Maha Mulia serta Kekuasaan-Nya Yang Maha Abadi dari syetan yang terkutuk.”
  • Disunnahkan pergi ke kuburan Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dan kuburan dua sahabat beliau, Abu Bakar dan Umar Radhiallaahu anhu dan hendaknya memberi salam kepada mereka seraya mengucapkan: السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا أَبَا بَكْرٍ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ يَا عُمَرَ. “Semoga salam sejahtera, rahmat dan berkah Allah selalu dilimpahkan kepadamu wahai Nabi. Semoga salam sejahtera dilimpahkan kepadamu wahai Abu Bakar. Semoga salam sejahtera dilimpahkan kepadamu wahai Umar”
  • [مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاء فَصَلَّى فِيْهِ رَكْعَتَيْنِ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ] حديث صحيح أخرجه أحمد والنسائى وغير هما. “Barangsiapa mensucikan dirinya di rumah-nya lalu datang ke masjid Quba’ dan shalat dua rakaat di dalamnya maka baginya (pahala) seperti pahala umrah.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan lain-nya, shahih).
  • [كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقَبْرِ أَلاَ فَزُوْرُوْهَا] رواه مسلم. “Dulu aku melarang kalian berziarah kubur, (kini) berziarahlah kalian!” (HR. Muslim). Nabi Shalallaahu alaihi wasalam mengajari para sahabat agar ketika berziarah kubur mengucapkan: [السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ، نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ] رواه مسلم. “Semoga salam sejahtera dilimpahkan kepada kalian wahai penghuni kubur, dari kaum mukminin dan muslimin, dan sesungguhnya kami, dengan izin Allah akan menyusul kalian, kami memohon ampun kepada Allah untuk kami dan untuk kali-an.” (HR. Muslim).
PT.Arafah Tamasya Mulia,Copyright© 2016-2017: Web Developed by Abu Ibrahim Hanif al-Atsary, JPI Zic-Studio's. All Rights Reserved | Travel Theme by: D5 Creation | Powered by: WordPress'